Pohjentrek, Pasuruan - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tuberkulosis (TB), Puskesmas Pohjentrek menghadirkan inovasi layanan skrining TB berbasis digital melalui pemindaian (scan) barcode yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
Melalui media publikasi yang disebarluaskan, Puskesmas Pohjentrek mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala TB, khususnya batuk yang tidak kunjung sembuh. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya deteksi dini sebagai langkah awal dalam pencegahan dan pengendalian penyakit TB.
Kepala Puskesmas Pohjentrek menyampaikan bahwa inovasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan skrining awal tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
"Kami mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, terutama jika mengalami batuk berkepanjangan. Dengan adanya skrining berbasis barcode ini, masyarakat dapat melakukan pengecekan awal secara mandiri dan cepat," ujarnya.
Melalui pemindaian barcode yang tersedia pada media publikasi, masyarakat akan diarahkan pada formulir pertanyaan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Hasil dari pengisian skrining ini dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk anjuran untuk pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas.
Program ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam eliminasi TB, yang menekankan pentingnya penemuan kasus secara aktif serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Selain itu, Puskesmas Pohjentrek juga terus mengedukasi masyarakat mengenai gejala TB lainnya, seperti:
-
Batuk lebih dari 2 minggu
-
Demam berkepanjangan
-
Penurunan berat badan tanpa sebab
-
Keringat malam hari
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi menunda pemeriksaan dan lebih proaktif dalam mendeteksi penyakit sejak dini.
Puskesmas Pohjentrek mengimbau seluruh masyarakat untuk segera melakukan skrining apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB, serta tetap menjaga pola hidup sehat demi mencegah penularan penyakit.
"Cegah TB, mulai dari diri sendiri. Skrining sekarang, lindungi masa depan."
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini