Anemia pada ibu hamil tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kelelahan berlebihan, pusing, wajah pucat, hingga komplikasi yang lebih serius seperti bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan risiko perdarahan saat persalinan.
Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui pemenuhan gizi yang tepat dan seimbang. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, telur, sayuran hijau, serta kacang-kacangan. Selain itu, asupan vitamin C dari buah-buahan seperti jeruk, tomat, dan mangga sangat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
Tidak kalah penting, ibu hamil perlu mengonsumsi tablet tambah darah setiap hari sesuai anjuran tenaga kesehatan. Hindari konsumsi teh atau kopi setelah makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.
Pemeriksaan kehamilan secara rutin juga menjadi langkah penting dalam mencegah dan mendeteksi anemia sejak dini. Melalui pemeriksaan berkala, tenaga kesehatan dapat memantau kadar hemoglobin serta memberikan penanganan yang tepat apabila ditemukan tanda-tanda anemia.
Dengan pemenuhan gizi seimbang, kepatuhan minum tablet tambah darah, serta pemeriksaan rutin, risiko anemia pada ibu hamil dapat ditekan. Kesehatan ibu selama kehamilan merupakan fondasi utama untuk melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini