Hipertensi: Tekanan Darah Tinggi yang Sering Tidak Disadari, Namun Berbahaya - PKM POHJENTREK Kabupaten Pasuruan

Hipertensi: Tekanan Darah Tinggi yang Sering Tidak Disadari, Namun Berbahaya

0x dibaca    2026-07-22 13:00:00    RICHU RIDHO RIZKI

202607/41-6a6194d74a701.jpg

Puskesmas Pohjentrek

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan di masyarakat. Penyakit ini sering disebut sebagai "silent killer" karena umumnya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan.

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Tanpa pengobatan dan perubahan gaya hidup, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan.

Melalui deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat, hipertensi dapat dicegah dan dikendalikan.


Apa Itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah dalam pembuluh darah meningkat secara terus-menerus sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Kategori tekanan darah secara umum adalah:

  • Normal: kurang dari 120/80 mmHg
  • Hipertensi: 140/90 mmHg atau lebih

Karena tekanan darah dapat berubah sewaktu-waktu, pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi kesehatan.


Mengapa Hipertensi Berbahaya?

Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah dan organ-organ penting di dalam tubuh. Apabila tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

  • Stroke.
  • Serangan jantung.
  • Gagal ginjal.
  • Gangguan penglihatan.
  • Penyakit pembuluh darah.

Oleh karena itu, hipertensi perlu dikenali sejak dini agar penanganan dapat segera dilakukan.


Kenali Gejala Hipertensi

Sebagian besar penderita hipertensi tidak mengalami keluhan. Namun, beberapa orang dapat merasakan gejala seperti:

  • Sakit kepala, terutama pada bagian belakang kepala.
  • Pusing.
  • Pandangan kabur.
  • Nyeri dada.
  • Mudah lelah.
  • Telinga berdenging.

Apabila keluhan tersebut muncul secara berulang atau semakin berat, segera lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.


Siapa yang Berisiko Mengalami Hipertensi?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi meliputi:

  • Usia di atas 40 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi.
  • Konsumsi garam berlebihan.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Kurang melakukan aktivitas fisik.
  • Kebiasaan merokok.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Pola makan yang tidak sehat.
  • Stres yang tidak terkelola.

Meskipun memiliki faktor risiko, hipertensi tetap dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup yang sehat.


Cegah Hipertensi dengan CERDIK

Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat melalui konsep CERDIK, yaitu:

C - Cek Kesehatan Secara Rutin

Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, minimal satu kali setiap bulan atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.

E - Enyahkan Rokok

Berhenti merokok karena zat berbahaya dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

R - Rajin Aktivitas Fisik

Lakukan aktivitas fisik atau olahraga minimal 30 menit setiap hari atau sedikitnya 150 menit setiap minggu.

D - Diet Seimbang

Perbanyak konsumsi sayur dan buah. Batasi konsumsi garam, gula, makanan tinggi lemak jenuh, dan makanan olahan.

I - Istirahat Cukup dan Kelola Stres

Tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam serta kelola stres dengan aktivitas positif, relaksasi, ibadah, atau hobi yang bermanfaat.

K - Kelola Kesehatan Secara Berkelanjutan

Patuhi anjuran tenaga kesehatan, konsumsi obat sesuai resep apabila telah didiagnosis hipertensi, dan lakukan kontrol secara rutin.


Segera Periksa Jika Mengalami Tanda Bahaya

Jangan menunda pemeriksaan apabila mengalami:

  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Kelemahan pada wajah, lengan, atau tungkai.
  • Sulit berbicara atau bicara pelo.
  • Penurunan kesadaran.

Keluhan tersebut dapat menjadi tanda komplikasi serius yang membutuhkan penanganan segera.


Hipertensi Bisa Dicegah dan Dikendalikan

Hipertensi bukan berarti tidak dapat diatasi. Dengan pemeriksaan rutin, pola makan sehat, olahraga teratur, menghindari rokok, menjaga berat badan ideal, dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, tekanan darah dapat dikendalikan sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.

Kunci utama pengendalian hipertensi adalah kedisiplinan dalam menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan kontrol kesehatan secara berkala.


Pesan dari Puskesmas Pohjentrek

Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dampaknya dapat sangat serius apabila tidak dikendalikan. Jangan menunggu hingga muncul komplikasi untuk mulai menjaga kesehatan.

Mari terapkan pola hidup sehat mulai hari ini dengan langkah CERDIK:

  • Cek kesehatan secara rutin.
  • Enyahkan rokok.
  • Rajin aktivitas fisik.
  • Diet seimbang.
  • Istirahat cukup dan kelola stres.
  • Kendalikan tekanan darah dengan rutin berobat sesuai anjuran.

Sehat dimulai dari diri sendiri. Lindungi jantung, otak, ginjal, dan keluarga tercinta dengan mengendalikan tekanan darah sejak dini.

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini