Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan di masyarakat. Penyakit ini sering disebut sebagai "silent killer" karena umumnya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan.
Hipertensi terjadi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Tanpa pengobatan dan perubahan gaya hidup, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan.
Melalui deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat, hipertensi dapat dicegah dan dikendalikan.
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah dalam pembuluh darah meningkat secara terus-menerus sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Kategori tekanan darah secara umum adalah:
Karena tekanan darah dapat berubah sewaktu-waktu, pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi kesehatan.
Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah dan organ-organ penting di dalam tubuh. Apabila tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, antara lain:
Oleh karena itu, hipertensi perlu dikenali sejak dini agar penanganan dapat segera dilakukan.
Sebagian besar penderita hipertensi tidak mengalami keluhan. Namun, beberapa orang dapat merasakan gejala seperti:
Apabila keluhan tersebut muncul secara berulang atau semakin berat, segera lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi meliputi:
Meskipun memiliki faktor risiko, hipertensi tetap dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup yang sehat.
Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat melalui konsep CERDIK, yaitu:
Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, minimal satu kali setiap bulan atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Berhenti merokok karena zat berbahaya dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Lakukan aktivitas fisik atau olahraga minimal 30 menit setiap hari atau sedikitnya 150 menit setiap minggu.
Perbanyak konsumsi sayur dan buah. Batasi konsumsi garam, gula, makanan tinggi lemak jenuh, dan makanan olahan.
Tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam serta kelola stres dengan aktivitas positif, relaksasi, ibadah, atau hobi yang bermanfaat.
Patuhi anjuran tenaga kesehatan, konsumsi obat sesuai resep apabila telah didiagnosis hipertensi, dan lakukan kontrol secara rutin.
Jangan menunda pemeriksaan apabila mengalami:
Keluhan tersebut dapat menjadi tanda komplikasi serius yang membutuhkan penanganan segera.
Hipertensi bukan berarti tidak dapat diatasi. Dengan pemeriksaan rutin, pola makan sehat, olahraga teratur, menghindari rokok, menjaga berat badan ideal, dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, tekanan darah dapat dikendalikan sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.
Kunci utama pengendalian hipertensi adalah kedisiplinan dalam menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan kontrol kesehatan secara berkala.
Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dampaknya dapat sangat serius apabila tidak dikendalikan. Jangan menunggu hingga muncul komplikasi untuk mulai menjaga kesehatan.
Mari terapkan pola hidup sehat mulai hari ini dengan langkah CERDIK:
Sehat dimulai dari diri sendiri. Lindungi jantung, otak, ginjal, dan keluarga tercinta dengan mengendalikan tekanan darah sejak dini.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini