Musim hujan maupun musim pancaroba sering menjadi waktu meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai karena dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penularan tidak terjadi secara langsung dari orang ke orang, melainkan melalui gigitan nyamuk yang telah membawa virus dengue.
Apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, setiap keluarga perlu memahami gejala, tanda bahaya, serta langkah pencegahannya.
Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Nyamuk ini berkembang biak di tempat-tempat yang terdapat genangan air bersih, seperti:
Bak mandi
Ember
Tempayan
Vas bunga
Talang air
Tempat minum hewan
Barang bekas yang dapat menampung air hujan
Nyamuk Aedes aegypti paling aktif menggigit pada pagi hingga sore hari. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan.
Kenali Gejala DBD
Segera waspadai apabila muncul beberapa gejala berikut:
Demam tinggi mendadak selama 2 sampai 7 hari.
Sakit kepala berat.
Nyeri di belakang mata.
Nyeri otot dan sendi.
Ruam atau bintik merah pada kulit.
Mual dan muntah.
Mimisan atau gusi berdarah.
Tubuh terasa lemas dan sulit beraktivitas.
Gejala-gejala tersebut dapat menyerupai penyakit lain. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan sangat diperlukan agar diagnosis dapat ditegakkan sejak dini.
Jangan Terkecoh, Demam Turun Belum Tentu Sembuh
Banyak masyarakat mengira penderita sudah sembuh ketika demam mulai turun. Padahal, pada fase inilah kondisi pasien dapat memasuki fase kritis.
Fase kritis biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga hari ke-7 sejak demam muncul. Kebocoran plasma darah dapat menyebabkan syok apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, penderita tetap harus dipantau meskipun suhu tubuh mulai normal.
Segera ke Fasilitas Kesehatan Bila Muncul Tanda Bahaya
Segera datang ke Puskesmas atau rumah sakit apabila penderita mengalami:
Muntah terus-menerus.
Perdarahan, seperti mimisan, muntah darah, BAB hitam, atau gusi berdarah.
Sesak napas.
Nyeri perut hebat.
Tubuh sangat lemas atau sulit dibangunkan.
Penurunan kesadaran.
Penanganan sedini mungkin dapat mencegah komplikasi yang lebih berat.
Cegah DBD dengan Gerakan 3M Plus
Pencegahan merupakan cara paling efektif untuk mengurangi penyebaran DBD. Salah satu upaya yang dianjurkan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 3M Plus.
1. Menguras
Bersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, toren, atau tempat penampungan lainnya secara rutin minimal seminggu sekali.
2. Menutup
Tutup rapat seluruh tempat penyimpanan air agar nyamuk tidak dapat bertelur.
3. Mendaur Ulang
Manfaatkan kembali atau singkirkan barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Plus
Selain 3M, lakukan langkah tambahan berikut:
Menggunakan lotion atau obat anti nyamuk.
Memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.
Menggunakan kelambu saat tidur.
Memelihara ikan pemakan jentik.
Menaburkan larvasida sesuai anjuran apabila diperlukan.
Tidak menggantung pakaian terlalu lama di dalam rumah.
Memeriksa jentik nyamuk setiap minggu.
Melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan secara rutin.
Peran Keluarga Sangat Penting
Pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh masyarakat.
Mulailah dari rumah sendiri dengan melakukan pemeriksaan jentik secara rutin setiap minggu. Libatkan seluruh anggota keluarga agar lingkungan tetap bersih dan bebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk.
Satu rumah yang bebas jentik akan melindungi seluruh anggota keluarga. Semakin banyak rumah yang menerapkan PSN 3M Plus, semakin kecil risiko penyebaran DBD di lingkungan sekitar.
Pesan dari Puskesmas Pohjentrek
DBD dapat dicegah apabila kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan PSN 3M Plus secara rutin.
Ingat!
Demam turun bukan berarti sembuh.
Kenali gejalanya sejak dini.
Segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya.
Periksa jentik nyamuk setiap minggu.
Jadikan rumah bebas jentik sebagai kebiasaan keluarga.
Mari bersama wujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas Demam Berdarah Dengue. Lindungi diri, lindungi keluarga, mulai dari rumah kita sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini