Tema tersebut menegaskan bahwa upaya penanggulangan HIV bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, pemerintah, komunitas, hingga individu untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan bergerak bersama melawan stigma.
Perubahan sosial, ekonomi, hingga perkembangan teknologi beberapa tahun terakhir memberikan dampak signifikan terhadap akses layanan kesehatan, termasuk layanan HIV. Banyak kelompok rentan yang masih menghadapi hambatan seperti:
Stigma dan diskriminasi yang membuat pasien enggan memeriksakan diri.
Keterbatasan akses terhadap layanan konseling, pemeriksaan, dan pengobatan rutin.
Kurangnya edukasi mengenai pentingnya tes HIV dan pencegahan.
Perubahan sistem layanan kesehatan, digitalisasi, dan penyesuaian kebijakan yang menuntut adaptasi cepat.
Oleh karena itu, peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa di tengah perubahan, layanan HIV tetap dapat dijangkau, mudah diakses, dan tidak terputus.
Fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan jejaring layanan HIV, terus memperkuat komitmen melalui:
Petugas kesehatan memastikan layanan tes sukarela tetap tersedia, ramah, dan dirahasiakan untuk mendukung deteksi dini.
Pasien ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dibantu dalam memastikan pengobatan ARV tetap rutin tanpa terputus, sehingga kualitas hidup dapat terjaga.
Kampanye tentang pentingnya perilaku sehat, pencegahan penularan, dan penghilangan stigma terus dilakukan, baik melalui sekolah, komunitas, maupun media digital.
Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam memberikan dukungan moral, penerimaan, serta menciptakan lingkungan bebas stigma.
Hari AIDS Sedunia 2025 menjadi kesempatan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar:
Lebih peduli terhadap isu HIV & AIDS.
Tidak memberikan stigma kepada ODHA.
Mendukung mereka yang membutuhkan layanan kesehatan dan pendampingan.
Mengingat bahwa HIV bisa dicegah, dan ODHA dapat hidup sehat serta produktif dengan pengobatan teratur.
Dengan semangat âBersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIVâ, diharapkan seluruh pihak dapat terus berkolaborasi menjaga keberlangsungan layanan HIV, sehingga tidak ada seorang pun yang tertinggal.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini